Daftar Squad Korea Selatan di Piala Dunia 2018

Daftar Squad Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018

Inilah adalah daftar skuad Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018. Tim lengkap Korsel (South Korea) yang dipimpin oleh Shin Tae-yong yang menjadi salah satu wakil Asia di Piala Dunia 2018 yang bertempat di Rusia Juni-Juli ini. Lengkap dengan beberapa nama pemain bintangnya yang sudah cemerlang dibermacam klub top Eropa.

Korea Selatan jadi salah 1 dari 5 wakil Asia (AFC) di Piala Dunia 2018 ini, bersama dengan Arab Saudi, Jepang, Australia dan Iran. Diantara 5 wakil Asia itu, Korea Selatan diprediksi menjadi yang amat diandalkan untuk mengangkat citra Asia berlangsung di Piala Dunia kali ini.

Pemain bintang seperti kapten Ki Sung-yueng (Swansea City), gelandang Lee Chung-yong (Crystal Palace) dan pemain penyerang yang sedang gemilang bersama Tottenham Son Heung-min, akan jadi pilihan utama Tim nasional Korea Selatan di Piala Dunia 2018 ini. Dan diminta bisa berikan pengalamannya bermain di ajang tingkat tinggi (Premier League Inggris), pada para rekannya.

Korea Selatan terdaftar di Grup F dan akan berhadapan dengan lawan yang sulit yaitu Jerman, Meksiko dan Swedia. Biarpun tidak mudah, tetapi kesempatan Korea Selatan cukup terbuka dengan lebar untuk memplot 1 tiket ke tahap berikutnya.

Daftar Pemain (Skuad) Timnas Korea Selatan Piala Dunia 2018

Penjaga Gawang

Kim Seung-gyu (Vissel Kobe)
Kim Jin-hyeon (Cerezo Osaka)
Cho Hyun-woo (Daegu FC)

Bek

Jang Hyun-soo (FC Tokyo)
Hong Jeong-ho (Jeonbuk Hyundai Motors)
Kim Jin-su (Jeonbuk Hyundai Motors)
Lee Yong (Jeonbuk Hyundai Motors)
Kim Min-woo (Sangju Sangmu)
Choi Chul-soon (Jeonbuk Hyundai Motors)
Kim Min-jae (Jeonbuk Hyundai Motors)
Yun Young-sun (Sangju Sangmu)
Kim Young-gwon (Guangzhou Evergrande)
Go Yo-han (FC Seoul)
Hong Chul (Sangju Sangmu)
Kim Kee-hee (Seattle Sounders)

Gelandang

Ki Sung-yueng (Swansea City)
Koo Ja-cheol (FC Augsburg)
Yeom Ki-hun (Suwon Samsung Bluewings)
Park Joo-ho (Ulsan Hyundai)
Lee Jae-sung (Jeonbuk Hyundai Motors)
Jung Woo-young (Vissel Kobe)
Kwon Chang-hoon (Dijon)
Lee Chang-min (Jeju United)
Lee Seung-gi (Jeonbuk Hyundai Motors)
Lee Chung-yong (Crystal Palace)
Nam Tae-hee (Al-Duhail)
Kim Bo-kyung (Kashiwa Reysol)
Han Kook-young (Gangwon FC)

Striker

Lee Keun-ho (Gangwon FC)
Son Heung-min (Tottenham Hotspur)
Kim Shin-wook (Jeonbuk Hyundai Motors)
Hwang Hee-chan (Red Bull Salzburg)
Lee Jeong-hyeop (Shonan Bellmare)
Ji Dong-won (SV Darmstadt 98)

Korsel Segera Beberkan Daftar Pemain di Piala Dunia 2018

Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018

Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) akan segera beberkan daftar pemain yang bakal dibawa Timnas Korea Selatan untuk tampil di ajang Piala Dunia 2018 nanti.

Untuk Piala Dunia di Rusia, Timnas Korea Selatan di pimpin oleh Shin Tae-yong dengan membawa 23 nama pemain. Mereka nantinya melanjutkan proses pemusatan latihan di Pusat Sepak Bola Nasional di Paju, Gyeonggi.

Sang pelatih sekarang ini diberitakan dalam proses fase akhir finalisasi pemilihan pemain. Pekan kemarin, dia diketahui tengah saksikan 2 pertandingan di K-League 1 untuk memantau pemain, yaitu di pertandingan FC Seoul vs Daegu FC (21/4/2018) serta duel di K-League 2 pertemukan Asan Mugunghwa FC melawan Seoul E-Land (22/4/2018).

Offisial KFA katakan, Shin dengan khusus temgah amati penampilan pemain bek Korsel yang berkiprah di K-League dan juga J-League (Liga Jepang).

Pada pekan ini, pelatih yang berumur 49 tahun tersebut dijadwalkan terbang ke Jepang untuk melihat pertandingan J1-League karena Sagan Tosu melawan Gamba Osaka. Ada sosok bek tengah, Jeong Seung-hyeon, yang tampil di Sagan Tosu, yang ingin diamati Shin.

Usai umumkan skuat secara resmi pada tanggal 14 Mei 2018, Tim nasional Korea Selatan proyeksi Piala Dunia 2018 ini bakal melangsungkan 2 pertandingan friendly serta pemanasan menjelang bertempur di Rusia.

Ada juga lawan yang dihadapi ialah Honduras, laga yang berlangsung pada tanggal 28 Mei 2018 di Daegu, serta berhadapan dengan Bosnia selang 3 hari kemudian di Jeonju.

Kemudian tim nasional berjulukan The Taeguk Warriors ini terbang ke Austria untuk kembali lakukan uji coba, sekarang melawan Bolivia pada tanggal 7 Juni 2018 disusul laga melawan Senegal pada tanggal 11 Juni 2018.

Tim nasional Korea Selatan akan ke markas sepanjang di Piala Dunia Rusia 2018, yaitu pada tanggal 12 Juni 2018 di St. Petersburg. Di Piala Dunia kali ini The Taeguk Warriors berada di Grup F bersama dengan sang juara bertahan Jerman, Swedia, dan Meksiko.

Korea Selatan Kehilangan Pemain Kunci

Lee Keun-ho Absen di Piala Dunia 2018

Bekas pemain terbaik Asia Lee Keun-ho tidak bisa ikut membela Timnas Korea Selatan pada putaran final Piala Dunia 2018. Pemain tersebut tengah alami cedera ligamen di lutut kanannya ketika tampil bersama Gangwon FC di Liga Korea pada akhir pekan.

Lee, yang menangkan penghargaan kontinental pada tahun 2012 usai bermain bersama Ulsan Hyundai menangkan titel juara Liga Champions Asia, tengah alami cedera ketika bermain untuk klubnya berhadapan dengan Gyeongnam FC pada hari Sabtu dan pengunduran dirinya tambahkan daftar pemain cedera untuk pelatih kepala Shin Tae-yong.

Absennya pemain yang berumur 32 tahun tersebut dikonfirmasi oleh Asosiasi Sepak Bola Korea pada hari Selasa. Lee bergabung dengan bek tengah Kim Min-jae dari Jeonbuk Motors dan pemain sayap Dijon Kwon Chang-hoon yang sudah menarik diri dari skuad sebab alami cedera.

Kim menarik diri sebab dirinya alami cedera pada bagian tulang keringnya sedangkan Kwon tidak bisa hadir di Piala Dunia usai dirinya alami cedera pada otot achilles-nya.

Sekarang ini muncul juga keraguan atas kesehatan dari pemain belakang Jeonbuk Kim Jin-soo, yang sudah alami cedera lutut. Pelatih Shin bakal perhatikan bekas pemain bek Hoffenheim tersebut sebelum putuskan nasibnya di ajang Piala Dunia 2018.

“Kim diragukan untuk bermain di laga persahabatan kami minggu depan,” imbuh Shin, Senin. “kalau ia tak penuhi standar yang kami inginkan, ia tak akan terdaftar di tim dengan 23 pemain.”

Korea Selatan bakal melangsungkan pertandingan di Grup F Piala Dunia 2018. Mereka bakal bergabung dengan Jerman Meksiko, dan Swedia.

Profil Timnas Korea Selatan Piala Dunia 2018

Profil Timnas Korea Selatan Piala Dunia 2018

Korea Selatan bukanlah tim baru di Piala Dunia. Negara yang terkenal dengan produsen boyband papan atas dunia ini sudah ikuti Piala Dunia pada edisi tahun 1954 silam. Sayangnya lebih sering tertahan di tahap grup.

Prestasi paling oke yang diraih oleh Taegeuk Warriors di Piala Dunia adalah pada tahun 2002 silam, saat menjadi tuan rumah bersama dengan Jepang. Ketika itu, Korea Selatan bisa melangkah sampai pada babak semifinal, walau pada akhirnya harus merasa puas dengan berada di urutan 4 saja.

Pada Piala Dunia 2014 di Brasil, Korea Selatan cuma bisa melangkah sampai dengan babak penyisihan grup saja. Korea Selatan tak bisa berselisih dengan negara lain di Grup H yaitu Belgia, Aljazair dan Rusia. Mereka berada di posisi juru kunci dengan catatkan 1 poin saja.

Banyak yang ragu dengan langkah Korea Selatan di ajang Piala Dunia 2018 ini. Karena, mereka perlu berusaha cukup keras untuk sekedar lolos ke putaran final. Malah, KFA [PSSI-nya Korea Selatan], perlu memecat pelatih Uli Stielike untuk bisa membuat penampilan tim naik.

Bersama Shin Tae-Yong sebagai pelatih yang beru, Korea Selatan tampil dengan formasi 3-4-3. Namun, dengan formasi ini, Son Heung Min alami 2 hasil buruk pada pertandingan uji coba terakhirnya berhadapan dengan Irlandia Utara [2-1] dan Polandia [3-2]. Pada Piala Dunia 2018, Korea Selatan berada di Grup F, bersama Jerman, Meksiko dan Swedia.

Road to Rusia

Jalan Korea Selatan menuju Rusia sama sekali tak mulus. Korea Selatan cuma berada di posisi ledia klasemen akhir Grup A Kualifikasi zona Asia. Korea cuma raih 4 hasil oke lewat 10 pertandingan yang dimainkan. Poin yang diraih juga cuma 15 poin.

Beda jauh dengan yang dilewati oleh Iran yang berada di urutan 1 klasemen Grup A dengan catatkan 22 poin.

Hasil babak kualifikasi:

01/09/16 Korea Selatan 3 – 2 RR Tiongkok
06/09/16 Syria 0 – 0 Korea Selatan
06/10/16 Korea Selatan 3 – 2 Qatar
11/10/16 Iran 1 – 0 Korea Selatan
15/11/16 Korea Selatan 2 – 1 Uzbekistan
23/03/17 RR Tiongkok 1 – 0 Korea Selatan
28/03/17 Korea Selatan 1 – 0 Syria
14/06/17 Qatar 3 – 2 Korea Selatan
31/08/17 Korea Selatan 0 – 0 Iran
05/09/17 Uzbekistan 0 – 0 Korea Selatan

Son Heung Min

Pemain paling bersinar di tim nasional Korea Selatan sekarang ini tentuny Son Heung Min. Pemain yang berumur 25 tahun dengan karir yang cemerlang dengan Tottenham Hotspur. Son malah sering disebut Cristiano Ronaldo dari Korea Selatan. Salah satu julukannya ialah Sonaldo.

Kalau di Tottenham sering dimainkan sebagai winger, maka Son berposisi beda di timnas. Bekas pemain Bayer Leverkusen ini jadi penyerang tengah. 7 cetak anga sudah dikemas pada babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia

Pelatih: Shin Tae-Yong

Tae-Yong mulai menjadi pelatih tim nasional senior Korea Selatan pada Juni 2017. Ia gantikan Uli Stielike yang dianggap tidak berhasil. Tae-Yong pun bisa antarkan Korea Selatan lolos ke Piala Dunia 2018.

Tae-Yong adalah bekas pelatih Korea Selatan U-20 dan U23. Dia pun sempat menjadi careteker pelatih tim senior pada tahun 2014. Pelatih 47 tahun ini sempat menjadi pelatih klub Seongnam Ilhwa Cuhnma dan jadi juara di Piala AFC 2010. Maka, ia sangat tahu potensi sepakbola Korea Selatan.

Perkiraan Skuat Korea Selatan di Piala Dunia:

Kiper: Kim Seung-gyu, Kim Jin-hyeon, Cho Hyun-woo.
Belakang: Jang Hyun-soo, Hong Jeong-ho, Lee Yong, Kim Min-woo, Choi Chul-soon, Kim Min-jae, Yun Young-sun.
Gelandang: Ki Sung-yueng, Koo Ja-cheol, Yeom Ki-hun, Park Joo-ho, Lee Jae-sung, Jung Woo-young, Kwon Chang-hoon, Lee Chang-min.
Penyerang: Lee Keun-h, Son Heung-min, Kim Shin-wook, Hwang Hee-chan.

tim nasional Maroko 2018

Misi Penting Timnas Maroko di Piala Dunia 2018

Pelatih timnas Maroko yakni Herve Renard mengungkapkan jika dirinya memiliki cita-cita membawa tim Singa Atlas tersebut mendapatkan hasil maksimal dan berperan aktif di Piala Dunia 2018 pada pertengahan bulan mendatang.

Oleh Karena itu, pada saat melakukan wawancara terkait persiapan timnas Maroko di Piala Dunia 2018 yang lalu. Renard memaparkan jika mereka akan begitu kecewa jika hanya sebagai pelengkap dan tampil hanya di babak awal penyisihan grup di Rusia nanti.

“Kami tidak hanya ingin tampil sebagai pemanis saja. Kami akan berupaya memberikan yang terbaik,” ucap pelatih 49 tahun tersebut.

Walau untuk hal tersebut, para pemain Singa Atlas harus berupaya keras menang atas dua tim tangguh yang selama ini dikenal mempunyai kekuatan mematikan di Eropa dan dunia, yaitu timnas Portugal dan timnas Spanyol. Satu lagi tim yang harus mereka lawan yakni timnas Iran.

Mengenai Spanyol dan Portugal, Renard secara tegas mengakui kehebatan keduanya. Apalagi dengan hadirnya bintang dunia, Cristiano Ronaldo. Mereka pasti akan memberikan fokus pada pemain ini demi menembus pertahanan Ronaldo dan timnya.

Herve Renard memaparkan jika dalam daftar 23 pemain timnas Maroko yang sudah dia pilih ke Rusia sudah merupakan pilihan yang tepat. Namun, masih akan ada beberapa pemain lainnya yang akan dia persiapkan manakala pemain inti lainnya mendapat cedera dan hambatan lainnya di Rusia nanti.

Pelatih dari Prancis tersebut juga memberikan pandangan pada kasus pemain dari Maroko dan Spanyol, yakni Munir El Haddadi, yang berharap menjadi bagian Maroko di Rusia. Hanya ada kesempatan kecil untuk pemain ini jika ingin memperkuat timnas Maroko di Piala Dunia 2018.

Selama beberapa bulan ini, El Haddadi dan pihak Federasi Sepak Bola Kerajaan Maroko memang sudah memberikan surat pengajuan pada badan sepak bola dunia, FIFA, supaya pemain ini diizinkan memperkuat Maroko.

El Haddadi sebelumnya sudah bergabung di timnas junior Spanyol dan merupakan pemain cadangan Spanyol kala berlaga kontra Makedonia di tahun 2014 yang lalu. Pengalamannya tersebut justru menjadi hambatan FIFA tidak memberikan izin pada pemain ini untuk berpindah timnas.

Saat ini, Munir El Haddadi yang bergabung di Alaves sebagai pemain cadangan dari Barcelona belum memberikan tanggapan mengenai hal tersebut.

pelatih Timnas Maroko, Herve Renard

Herve Renard, Pelatih Istimewa Timnas Maroko di Piala Dunia 2018

Timnas Maroko merupakan salah satu wakil Afrika yang berhasil berangkat ke Piala Dunia 2018 di Rusia mendatang. Hal tersebut diperoleh setelah mereka sukses mengalahkan Pantai Gading dengan skor akhir 2-0 di Stadion Felix Houphouet-Boigny, Sabtu (11/11/2017).

Selain penampilan para pemain timnas yang begitu menawan, peran sang pelatih juga sangat menentukan. Sang pelatih timnas yakni Herve Renard merupakan salah satu kunci kesuksesan timnas Maroko di Piala Dunia 2018.

Herve Renard sendiri merupakan pria Prancis berumur 49 tahun yang  pernah menjadi pemain berkarier sebagai pesepakbola dan membela beberapa klub kecil asal Prancis sejak 1986. Renard kemudian gantung sepatu di tahun 2000 dengan Sporting Club de Draguignan. Tidak banyak bergaung sebagai pemain, Renard malah berhasil jadi pelatih, khususnya saat melatih timnas Afrika.

Di tahun 2012 silam, Renard berhasil memimpin Zambia meraih gelar Piala Afrika untuk kali pertama. Saat itu, Zambia sukses menang melawan salah satu tim sulit yakni Pantai Gading lewat adu penalti. Kedua tim tampil seri tanpa gol, dengan drama adu penalti pada skor 8-7 untuk keberhasilan Zambia.

Menariknya, Renard kembali membawa keberhasilan di Piala Afrika pada tahun 2012 namun dengan tim yang berbeda yakni timnas Pantai Gading di tahun 2015. Tapi dengan drama adu penalti, Pantai Gading sukses menang atas Ghana di babak Final dengan skor 9-8 di laga final Piala Afrika 2015.

Timnas Pantai Gading berhasil menang merebut Piala Afrika setelah absen 23 tahun. Dan sekarang saatnya timnas Maroko yang dia bawa melaju dengan pasti di Piala Dunia 2018. Kesuksesan tersebut menjadi yang pertama untuk Maroko selama 20 tahun ini.

 

timnas maroko di piala dunia 2018

Timnas Maroko Diisi Pemain Berpengalaman di Eropa

Keberhasilan 2-0 melawan timnas Pantai Gading dalam laga terakhir babak kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Afrika yang lalu membawa timnas Maroko sukses melaju ke Piala Dunia 2018 mendatang.

Sebagai juara kualifikasi Grup C, tim Atlas Lions secara pasti dapat bangkit kembali setelah tertidur selama 20 tahun. Timnas Maroko sebelumnya pernah ikut ambil bagian dalam Piala Dunia 1970, 1986, 1994, serta tahun 1998 silam.

Prestasi tertinggi Maroko di Piala Dunia yakni dengan bermain di babak 16 besar di edisi 1986 silam. Langkah mereka akhirnya usai setelah dikalahkan timnas Jerman Barat dengan skor 0-1. Saat itu, Maroko menjadi salah satu yang cukup ditakuti dan diunggulkan. Namun, setelah edisi itu, mereka tidak bergaung lagi di edisi selanjutnya kompetisi dunia ini.

Sementara itu, para pemain yang masuk dalam skuad timnas Maroko saat ini terdiri dari para pemain yang sudah berpengalaman di liga sepak bola Eropa, mereka adalah Achraf Hakimi dari Real Madrid, Hakim Ziyech dari Ajax Amsterdam, Nordin Amrabat dari Leganes, serta kapten tim Medhi Benatia dari Juventus.

Herve Renard, menjadi pelatih istimewa yang berkontribusi besar dalam perhelatan Piala Afrika selama ini, memperoleh tugas berat dalam membawa timnas Maroko di Piala Dunia 2018. Pengalaman dan kemampuan Renard memang tidak diragukan lagi, dia diyakini dapat memimpin Maroko menjadi salah satu tim kuda hitam yang ditakuti di Rusia.

Pada Piala Dunia 2018, Maroko tergabung dalam Grup B dan akan bersiap melawan timnas Portugal, timnas Iran, serta timnas Spanyol. Laga Portugal Vs Maroko 20 Juni 2018 akan menjadi laga yang begitu dinanti dari grup ini.

timnas maroko 2018

Dihina, Hakim Ziyech Buktikan Kualitas di Timnas Maroko

Salah satu mantan pemain terbaik dari Belanda, yakni Marco van Basten mengungkapkan rasa kecewanya ketika melihat timnas Maroko sukses menekuk timnas Belanda dan berhasil masuk ke babak selanjutnya Piala Dunia 2018 di Rusia.

Rasa kecewa dan malu Van Basten ternyata lebih dikarenakan karena penampilan apik Hakim Ziyech dengan timnas Maroko selama menjalani babak kualifikasi. Gelandang berumur 24 tahun tersebut mencatatkan dua gol dan assist masing-masing.

Salah satu assist Ziyech menjadi kontribusi besar untuk kemenangan Maroko kontra timnas Pantai Gading, di akhir tahun yang lalu dan mematistikan mereka berhasil masuk ke babak putaran final. Hasl tersebut jelas menunjukkan bahwa Ziyech memiliki kualitas yang besar namun sempat diangap remeh oleh Van Basten.

Di tahun 2016 yang lalu, Van Basten sempat menghina dan meremehkan keputusan Ziyech. Gelandang ini sejatinya sempat masuk ke timnas Belanda di level  U-19, U-20 hingga U-21, namun malah memilih pindah ke timnas Maroko.

“Sangat bodoh untuk pindah ke Maroko jika sudah memiliki kesempatan memperkuat Belanda,” papar Van Basten saat itu. Akan tetapi, saat ini Van Basten merasa tertampar setelah melihat kinerja Ziyech yang berhasil membawa timnas Maroko di Piala Dunia 2018 berjaya.

Sebaliknya, timnas Belanda malah harus menanggung kecewa karena tidak berhasil melangkah jauh ke Rusia karena hanya berada di peringkat ketiga di babak kualifikasi. Untuk Maroko sendiri, tiket menuju babak final adalah hal yang begitu dinantikan. Pasalnya, terakhir kali mereka bermain di babak final Piala Dunia pada tahun 1998 di Prancis.

Maroko sendiri masuk ke grup B dan akan bertarung dengan timnas Portugal, timnas Spanyol, dan timnas Iran.

Paul Pogba Diminta Kurangi Tingkahnya di Luar Lapangan

Paul Pogba Diminta Kurangi Tingkahnya di Luar Lapangan

Hal tersebut dituturkan oleh salah seorang legenda Arsenal, Ian Wright, yang menilai Gelandang Prancis terlalu banyak bertingkah di luar lapangan. Jika saja bisa mengurangi itu, Wright yakin Pogba akan berkembang pesat.

Paul Pogba Diminta Kurangi Tingkahnya di Luar Lapangan

Gelandang andalan Manchester united, Paul Pogba, diminta untuk lebih fokus pada performanya di atas lapangan, dan mengurangi tingkahnya di luar yang dianggap terlalu banyak gaya. Jika bisa melakukan hal tersebut, eks Juventus dipercaya bakal mampu menjadi salah satu pemain terbaik Dunia.

Seperti diketahui, pemain Internasional Prancis ini merupakan salah satu jebolan akademi Setan Merah yang meninggalkan Old Trafford pada tahun 2012 silam untuk kemudian bermain bagi Juventus. Pogba kemudian melalui empat tahun penuh perkembangan bersama dengan juara bertahan Serie A Italia tersebut, sebelum akhirnya ditebus dengan banderol senilai 105 juta Euro pada bursa transfer musim panas kemarin.

Dengan banderol yang sangat tinggi dan melihat performa gemilangnya sepanjang musim kemarin bersama Juventus, tentu saja ekspektasi tinggi disematkan kepada sosok berusia 23 tahun. Tapi sayang, sepanjang kampanye musim ini, yang bersangkutan dinilai tampil dibawah ekspektasi, kendati pada akhirnya klub berhasil memenangkan titel Liga Europa, Piala Liga, dan FA Community Shield.

Kendati demikian, salah seorang legenda Arsenal, Ian Wright, yakin sang pemain bisa berkembang menjadi salah seorang pemain terbaik dunia di masa mendatang, namun jika dia mau mengurangi tingkahnya yang banyak gaya di luar lapangan, dan sepenuhnya fokus pada performa di atas lapangan.

“Paul Pogba masih tetap salah satu gelandang terbaik di dunia. Di musim ini dia belum terlalu menunjukkan itu. Dia jarang menunjukkan kelasnya. Yang lebih ditunjukkan justru tingkahnya di luar lapangan. Hal itu kemudian memberi kesempatan pada orang-orang untuk mengkritiknya. Namun ketika dia fokus sepenuhnya dalam bermain, kemudian dia akan menjadi pemain hebat.”

Di musim ini, Pogba sukses memenangkan tiga trofi bersama United dengan ia mengemas sembilan gol dan enam assists dari 51 penampilannya di semua kompetisi.

Miralem Pjanic yakin Juventus Bisa Menangkan Liga Champions

Miralem Pjanic yakin Juventus Bisa Menangkan Liga Champions

Gelandang Miralem Pjanic yakin bahwa klubnya, Juventus, tahun ini berhasil memenangi trofi Liga Champions Eropa, seiring dengan partai final yang akan digelar akhir pekan nanti. Hal tersbut karena gelandang Bosnia-Herzegovina melihat adanya titik lemah dalam tim arahan Zinedine Zidane, Real Madrid.

Miralem Pjanic yakin Juventus Bisa Menangkan Liga Champions

Sebagaimana diketahui, Juventus akan memainkan final kedua mereka dalam tiga tahun terakhir di Cardiff, pada 4 Juni mendatang. Memang, pada edisi sebelumnya melawan barcelona tahun 2015 lalu, Bianconneri terlihat tak layak menajdi kampiun liga Champions usai dihajar raksasa Catalan dengan skor akhir 3-1. Namun, Pjanic melihat juventus sekarang sudah lebih kuat secara mental maupun fisik dibandingkan dua tahun lalu.

Selain itu, mantan gelandang AS Roma ini juga yakin bahwa tim arahan Zinedine Zidane memiliki kelemahan yang bisa dieksploitasi rekan-rekannya pada pertandingan final nanti.

“Seperti tim lainnya, mereka juga memiliki kelemahan, dan kami akan berusaha untuk menggunakan hal tersebut demi bisa mengalahkan mereka, saya yakin kami bisa melakukannya.,”

“Saat tim anda berhasil melangkah ke babak final, maka secara otomatis anda dihadapkan dengan laga yang besar, melawan tim yang kuat. Mereka memiliki musim yang hebat dan mereka juga juara bertahan. Mereka memenangkannya musim lalu, jadi pada intinya, kami akan berhadapan dengan tim kuat yang memang sudah terbiasa bermain di laga final seperti ini.”

“Kami sadar bahwa kami akan berhadapan dengan perlawanan yang sulit di setiap posisi dalam pertandingan nanti. Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, hanya yang terbaik lah yang akan mampu memenangkan pertandingan nanti”

“Sekarang, kami hanya perlu fokus dan menjaga ketenangan dalam pertandingan nanti. Kami punya kualitas begitu juga mereka, jadi ini akan menjadi pertandingan sengit. Laga ini akan ditentukan oleh beberapa detail kecil. Kami akan konsentrasi pada diri kami sendiri dan kami ingin membawa pulang trofi,” ujar Pjanic kepada situs resmi UEFA.