timnas maroko 2018

Dihina, Hakim Ziyech Buktikan Kualitas di Timnas Maroko

Salah satu mantan pemain terbaik dari Belanda, yakni Marco van Basten mengungkapkan rasa kecewanya ketika melihat timnas Maroko sukses menekuk timnas Belanda dan berhasil masuk ke babak selanjutnya Piala Dunia 2018 di Rusia.

Rasa kecewa dan malu Van Basten ternyata lebih dikarenakan karena penampilan apik Hakim Ziyech dengan timnas Maroko selama menjalani babak kualifikasi. Gelandang berumur 24 tahun tersebut mencatatkan dua gol dan assist masing-masing.

Salah satu assist Ziyech menjadi kontribusi besar untuk kemenangan Maroko kontra timnas Pantai Gading, di akhir tahun yang lalu dan mematistikan mereka berhasil masuk ke babak putaran final. Hasl tersebut jelas menunjukkan bahwa Ziyech memiliki kualitas yang besar namun sempat diangap remeh oleh Van Basten.

Di tahun 2016 yang lalu, Van Basten sempat menghina dan meremehkan keputusan Ziyech. Gelandang ini sejatinya sempat masuk ke timnas Belanda di level  U-19, U-20 hingga U-21, namun malah memilih pindah ke timnas Maroko.

“Sangat bodoh untuk pindah ke Maroko jika sudah memiliki kesempatan memperkuat Belanda,” papar Van Basten saat itu. Akan tetapi, saat ini Van Basten merasa tertampar setelah melihat kinerja Ziyech yang berhasil membawa timnas Maroko di Piala Dunia 2018 berjaya.

Sebaliknya, timnas Belanda malah harus menanggung kecewa karena tidak berhasil melangkah jauh ke Rusia karena hanya berada di peringkat ketiga di babak kualifikasi. Untuk Maroko sendiri, tiket menuju babak final adalah hal yang begitu dinantikan. Pasalnya, terakhir kali mereka bermain di babak final Piala Dunia pada tahun 1998 di Prancis.

Maroko sendiri masuk ke grup B dan akan bertarung dengan timnas Portugal, timnas Spanyol, dan timnas Iran.